BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Rasanya mungkin akan sangat sulit bagi kita untuk meninggalkan kebiasaan browsing, chating, ataupun hanya sekadar mengambil atau mendownload e-mail dari sebuah server. Dahulu sebelum internet tersebar dan merajalela di seluruh dunia, komputer yang kita gunakan sebatas untuk menghitung, membuat desain atau menulis untuk penerbitan dan untuk pekerjaan penelitian yang membutuhkan alat bantu ini. Akan tetapi, setelah internet menggema, kita seolah tidak lepas dari media komunikasi ini. Sebelum adanya internet, orang harus menunggu lama untuk menerima dan menyampaikan informasi. Kita bisa membayangkan kalau saja sekarang kita hanya bisa menulis surat, maka selisih beberapa menit bahkan detik jawabannya sudah dapat kita terima lagi. Begitu juga saat kita berbelanja dimana saja dan kapan saja, maka barang yang kita perlukan akan segera dikirim tepat waktu dalam waktu yang sangat singkat. Kini, informasi bisa kita dapatkan dengan sangat mudah dan sering diperbarui dalam waktu cepat. Kemunculan internet bisa mengubah cara masyarakat dalam berkomunikasi dan menghapus hambatan dalam berkomunikasi. Sehingga bisa dikatakan bahwa internet telah menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia.[WU1]
Internet dikenal pertama kali dengan istilah World Wide Wide (www). Setelah lebih dari tiga dekade melakukan berbagai perkembangan, internet berhasil menjadi kesatuan gaya hidup yang hampir selalu dibutuhkan oleh masyarakat sehari-hari. Telah kita ketahui bahwa internet telah berhasil menjadi media alat bantu dalam mengerjakan hingga menghubungkan berbagai aktivitas manusia secara akurat, efektif, hingga efisien. Selain itu, konsep kerja internet juga untuk menghubungkan berbagai jenis perangkat elektronik seperti komputer, laptop, maupun ponsel pintar dari satu pengguna ke dalam satu jaringan lain. Dengan adanya konsep ini, telah berhasil menghubungkan pengguna di seluruh dunia untuk saling berinteraksi. Internet telah mengubah tata cara orang dalam mendapatkan berita, memesan transportasi serta makanan, bekerja, bahkan membeli tiket. Semua bisa dilakukan hanya dengan sentuhan jari. Hadirnya internet sebagai sebuah infrastruktur dan jaringan telah menunjang efektifitas dan efisiensi operasional sebuah perusahaan, terutama peranannya sebagai sarana publikasi, komunikasi, serta sarana untuk mendapatkan berbagai informasi yang dibutuhkan. Infor- masi dalam internet umumnya disebarkan melalui suatu halaman yang disebut dengan istilah situs jaringan (website) yang dibuat dengan format bahasa pemrograman HTML (Hypertext Markup Languange).[1]
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana awal mula internet muncul?
2. Apa pengertian dari internet dan intranet?
3. Apa saja kejadian penting dari sejarah internet?
4. Bagaimana perkembangan internet dari dulu sampai sekarang?
5. Bagaimana penyebaran internet ke seluruh dunia?
6. Bagaimana sejarah internet di Indonesia?
1.3 Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui awal mula internet muncul
2. Untuk mengetahui pengertian dari internet
3. Untuk mengetahui kejadian penting dari sejarah internet
4. Untuk mengetahu perkembangan internet dari dulu sampai sekarang
5. Untuk mengetahui penyebaran internet ke seluruh dunia
6. Untuk mengetahui sejarah internet di Indonesia
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Awal mula Internet muncul
Gambar 1 Awal mula Internet muncul
Internet hadir melalui proses yang panjang. Sejarah internet bermula pada tahun 1960-an dengan terciptanya ARPANET atau Advanced Research Projects Agency Network. Pada tahun 1962, Dr. Joseph Carl Robnett Licklider merumuskan gagasan awal jaringan global dalam serangkaian memo yang disebut “Intergalactic Computer Network” atau “Jaringan Komputer Intergalaksi”.[1] Advertisement Gagasan tersebut merupakan cikal bakal metode packet switching, yaitu metode untuk mentransmisikan data elektronik secara efektif yang kemudian menjadi pondasi dalam perkembangan internet. Pada tahun 1965, ketua ilmuwan ARPA, Lawrence Roberts, menghubungkan dua komputer di tempat yang berbeda agar ‘berbicara’ dengan satu sama lain untuk pertama kalinya. Eksperimen dilakukan menggunakan saluran telepon dengan modem yang digabungkan secara akustik dan mentransfer data digital menggunakan metode packet switching. Dari eksperimen tersebut, lahir proyek ARPANET yang didanai oleh Departemen Pertahanan AS. Cara kerjanya menggunakan metode packet switching untuk memungkinkan sejumlah komputer berkomunikasi pada satu jaringan. Metode packet switching memudahkan komunikasi antar komputer karena pada tahun 1960-an, komputer berukuran besar dan tidak bergerak. Agar dapat memanfaatkan informasi yang disimpan di satu komputer, seseorang harus pergi ke lokasi komputer atau memiliki kaset komputer magnetik yang dikirim melalui sistem pos konvensional.
Proyek ARPANET merupakan sukses besar. Tetapi, keanggotaannya terbatas pada organisasi akademik dan penelitian tertentu yang memiliki kontrak dengan Departemen Pertahanan AS. Menanggapi hal ini, jaringan lain diciptakan untuk berbagi informasi. Teknologi ini terus berkembang pada 1970-an setelah ilmuwan Robert Kahn dan Vinton Cerf mengembangkan Transmission Control Protocol dan Internet Protocol atau TCP/IP, yaitu sebuah model komunikasi yang menetapkan standar cara data dapat ditransmisikan antara beberapa jaringan. Sebuah pesan utuh dapat mengalami kendala saat dikirimkan melalui jaringan, sehingga pesan harus dikirim ulang. TCP/IP bekerja dengan memecah setiap pesan menjadi paket-paket kecil yang kemudian dirakit kembali saat diterima di komputer lain. Setiap paket dapat mengambil rute yang berbeda saat dikirim ke komputer lain, jika rute pertama tidak tersedia atau terhambat. ARPANET mengadopsi model TCP/IP pada tanggal 1 Januari 1983 yang merupakan awal perkembangan internet modern. Berdasarkan publikasi University System of Georgia, 1 Januari 1983 dianggap sebagai hari lahir internet secara resmi.
Kita kembali ke masa lalu dan kita coba memahami apa sebenarnya Internet itu. Contoh sederhana beberapa komputer di suatu kantor yang dihubungkan dengan kabel sehingga satu sama lain dapat berbagi data, program, dan saling berkomunikasi dengan mudah dan cepat serta akurat. Dan dengan menghubungkan komputer Anda ke jaringan Internet maka komputer Anda sudah saling terhubung dengan komputer lain diseluruh dunia. Pada awalnya Internet hanya terdiri dari beberapa jaringan komputer kecil yang didirikan oleh Departemen Pertahanan Amerika ARPANET untuk tujuan riset, yakni sekitar tahun 1969. Pada tahun 1971 ARPANET baru terdiri dari lima belas titik jaringan (nodes) dengan 23 host (server induk), dan aplikasi yang canggih waktu itu adalah elektronik mail. Tahun 1973 ARPANET membentuk WAN yang terhubung dari Amerika ke jaringan di Norwegia dan Inggris. Tahun 1983 ARPANET baru terdiri dari 235 Host. Angka ini melonjak pada tahun 1989 hingga mencapai 100 ribu host. Tahun 1990 ARPANET berganti nama menjadi INTERNET. Pada ulang tahunnya yang ke-25 Internet sudah terdiri dari 2 juta lebih host dan meningkat menjadi 2 kali lipat pada tahun 1995 (4 juta host).[2] Internet bukan lagi sekedar jaringan yang meliputi Amerika dan Eropa, tapi sudah meliputi seluruh bagian dunia, termasuk Indonesia. Internet ini kalau kita iratkan seperti jalan raya, ada jalan protokol, jalan bebas hambatan, ada pula jalan utama, jalan kecil hingga gang kecil yang ada disuatu peloksok desa. Maka Internet pun memiliki “jalur” utama. Jalur utama ini dalam Internet ini sering disebut dengan backbone. Dengan backbone ini akan terhubung banyak jaringan komputer diseluruh dunia baik jaringan LAN (Local Area Network) maupun jaringan WAN (Wide Area Network).
Backbone Internet yang ada di Eropa dan Jepang terhubung ke Backbone yang ada di Amerika. Namun sayangnya di Indonesia belum ada backbone Internet, sehingga sebagian besar Internet Service Provider langsung menghubungkan jaringan mereka ke backbone di Amerika atau negara lain. Untuk saat ini para pengelola ISP sudah membuat IIX, Indonesia Internet Exchange, yang mempercepat akses antar ISP dan tidak perlu memutar terlebih dahulu ke negara lain. Backbone Internet di Amerika dapat mengantarkan data dengan kecepatan mencapai 50 megabyte per detik, artinya dapat memindahkan file yang berisi seluruh jilid Ensiklopedi Britanica dalam waktu tak lebih dari satu detik. Kecepatan ini akan ditingkatkan menjadi 2.5 Gbps (dengan istilah teknis OC-48). Sayangnya tidak semua jaringan terhubung ke Internet dengan kecepatan tersebut. ISP di Indonesia misalnya, paling tinggi terhubung dengan kecepatan 2 Mbps. Pada mulanya Backbone ini dipegang oleh Departemen Pertahanan Amerika, kemudian dipegang oleh National Science Foundation (NSF) dengan dukungan dana dari pemerintah Amerika.
Saat ini infrastruktur diatur dan dibiayai oleh swasta, yakni perusahaan telekomunikasi Amerika MCI, Sprint, dan ANS/AOL. Untuk mengetahui letak suatu komputer di Internet atau cara mengirim pesan ke suatu komputer di Internet, kuncinya adalah dengan memberi alamat, atau kode seperti halnya nomor telepon. Dengan semakin banyaknya komputer di Internet, berarti semakin kompleks jaringan yang terbentuk. Untuk itu diperlukan pengaturan dalam hal pengalamatan (addressing). Addressing penting, misalnya, untuk pengiriman surat (e-mail). Komputer server, dan router, harus tahu ke komputer mana email tersebut disampaikan supaya tidak nyasar. Begitu juga jika kita ingin mengakses informasi yang ada di gedung putih, misalnya, alamatnya harus jelas. Alamat yang sebenarnya di Internet menggunakan angka-angka dalam format biner, namun lebih sering ditulis dalam bentuk empat bagian angka, yang masing-masing bagian terdiri dari angka 0 hingga 255. Angka-angka ini disebut IP Address. Jadi suatu komputer di jaringan mungkin memiliki alamat atau IP Address 202.150.47.12 atau 30.212.187.0.
Dengan adanya router dan peralatan lainnya sistem pengalamatan ini dapat menentukan posisi sebuah komputer dengan tepat. Namun bagi pengguna awam sistem pengalamatan ini tidak menyenangkan atau tidak informatif. Tetapi sekarang alamat-alamat komputer tersebut ditulis dalam bentuk kata yang informatif yang disebut dengan Domain Name. Untuk komputer milik perusahaan IBM alamatnya adalah ibm.com, untuk server Microsoft namanya microsoft.com, dan sebagainya. Di Indonesia sendiri mempunyai nama yang berbeda-beda, lipi.go.id, dan sebagainya. Sebenarnya alamat-alamat tersebut berupa IP Address yang diawali dengan nomor seperti yang telah dijelaskan diatas. Nanti komputer server yang disebut dengan DNS server menerjemahkan alamat-alamat tersebut ke dalam bentuk IP Address.[3]
a. 1969 – Internet dicetuskan
Pada Oktober 1969, para peneliti di Universitas California di Los Angeles atau disingkat UCLA sedang berupaya untuk mengirimkan data dari satu komputer ke komputer yang lainnya. Para peneliti tersebut ingin mencoba mengirimkan tiga huruf dengan bunyi LOG ke komputer kedua dalam bentuk kode biner. Sementara itu, komputer kedua nanti akan menambahkan dua huruf lagi dalam bentuk yang sama, sehingga menjadi LOGIN. Kesuksesan pengiriman data yang dilakukan pada penelitian tersebut telah berhasil melahirkan sebuah proyek yang diberi nama Advanced Research Projects Agency Network atau disingkat ARPANET. ARPANET sendiri akan dikembangkan dan ditujukan untuk keperluan Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Semenjak itu, sistem yang awalnya hanya digunakan untuk mengirimkan kode biner secara terbatas tersebut pun semakin bertumbuh. Sebagai pendahulu internet yang awalnya hanya menghubungkan 4 komputer, dalam kurun waktu satu tahun telah berhasil menghubungkan 13 komputer dalam satu jaringan. Hingga pada akhirnya, tepatnya pada 1981, jaringan ARPANET telah sukses menghubungkan sekitar 231 komputer.
b. 1971 – Surat elektronik pertama
Pada tahun 1971, orang Amerika Serikat yang bernama Ray Tomlinson untuk kali pertama mengirimkan surat elektronik menggunakan ARPANET. Berkat pengiriman surat elektronik pertama tersbeut, dicetuskanlah penggunaan simbol ‘@’ dalam alamat surel hingga sekarang. Simbol ‘@’ sebenarnya digunakan untuk melakukan pemisahan antara nama pengguna dengan jaringan yang sedang digunakan.
c. 1983 – Komunikasi antar jaringan
Sebelumnya, kita tahu bahwa dua buah perangkat komputer dapat berkomunikasi satu sama lain dalam satu jaringan perlu semacam ‘protokol’ dengan wujud rangkaian tahapan, yang ditentukan oleh pengatur komunikasi. Tepat pada tahun 1970, Robert Kahn bersama Vinton Cerf mencoba mengembangkan TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). TCP/IP ini sendiri akan sangat memungkinkan dalam melakukan pertukaran data, tentu saja bukan hanya dalam komputer dengan jaringan yang sama, tetapi pada jaringan yang berbeda sekalipun. Hingga saat ini, penggunaan TCP/IP masih digunakan oleh banyak perangkat. ARPANET sendiri berhasil melakukan adopsi terhadap teknologi ini tepat pada 1 Januari 1983. Hal ini pada akhirnya juga memungkinkan hubungan dengan beberapa jaringan komputer lain, misalnya seperti Universitas. Ditemukannya cara untuk menghubungkan antar jaringan ini, dapat menjadi poin utama bahwa wujud internet yang kita kenal dimulai dari sini.
d. 1990: Lahirnya WWW
Gambar 2 WWW
Setelah TCP/IP berhasil dikembangkan untuk melakukan pertukaran data dengan jaringan yang berbeda, pada 12 Maret 1989, Tim Berners- Lee yang saat itu bekerja untuk lab fisika CERN (Organisasi Eropa untuk Riset Nuklir) berhasil mencetuskan WWW. Ia merupakan bagian yang menjadi pencetus sistem manajemen informasi yang terdesentralisasi. Pada saat itu, CERN sendiri telah memiliki ribuan karyawan dan hampir selalu bertambah banyak masuknya karyawan baru. Dengan jumlah karyawan yang sangat banyak, tentu saja akan sangat sulit untuk mendapatkan informasi yang mungkin yang saling berkaitan, tetapi tidak diketahui. Hal ini dikarenakan tempat penyimpanan yang berbeda tempat. Tim Berners- Lee mengusulkan untuk dibuat sebuah sistem koneksi hypertext sekaligus pencarian menggunakan kata kunci. Sistem dan pencarian tersebut nantinya akan dihubungkan dengan berbagai informasi terkait yang disediakan oleh organisasi tersebut.
Pada tahun 1990, Robert Cailliau dari Belgia datang untuk membantu Tim Berners- Lee dalam melakukan mengembangkan usulannya. Penemuan ini sendiri mengacu pada dua pilar, yaitu: bahasa pemrograman HTML untuk memungkinkan keberadaan website, dan protokol pertukaran hypertext HTTP untuk memungkinkan pengguna meminta, dan menerima laman yang diinginkan.[4] Sistem ini pada akhirnya disebarluaskan tepat pada April tahun 1993. Kemudian, semakin diterima oleh banyak orang dan populer seiring rilisnya Mosaic pada bulan November di tahun yang sama. Mosaic sendiri merupakan situs pencari atau lebih dikenal dengan search engine pertama di dunia. Jumlah situs yang dapat diakses pada Mosaic awalnya hanya beberapa juta di awal 1990, akan tetapi seiring waktu kemudian meledak menjadi 400 juta tepat pada tahun 2000.
e. 2000-an: Jejaring sosial, dan perangkat mobile
Setelah mulai populernya search engine, mulai memasuki abad ke 20, tepatnya tahun 2000. Internet mulai berkembang menjadi media jejaring sosial. Jejaring sosial ini mulai diciptakan kali pertama pada tahun 2003. Kemudian setahun berselang, seseorang yang sangat kita kenal di era ini baru saja membangun Thefacebook.com, ia adalah Mark Zuckerberg. Mark Zuckerberg sendiri menciptakan Thefacebook.com awalnya bertujuan untuk menghubungkan seluruh mahasiswa dari Harvard.[5] Namun, seiring berjalan waktu dan perkembangan internet, Facebook lambat laun tumbuh menjadi salah satu raksasa media sosial yang memiliki jumlah pengguna hingga sekitar 2,3 miliar orang dari seluruh belahan dunia. Sementara itu, pada tahun 2007, Apple juga berhasil mengguncang dunia dengan inovasi ponselnya yang diberi nama, iPhone. iPhone sendiri memulai tren ponsel pintar yang kita kenal dan selalu kita gunakan saat ini. Kemudian, selama 10 tahun saja, layanan berlanggan untuk mobile broadband telah meningkat secara pesat yang awalnya dari 268 juta menjadi 4,2 miliar di seluruh dunia.
2.2 Pengertian Internet dan Intranet
Gambar 3 Pengertian Internet
Internet tentu sudah tidak menjadi istilah yang asing lagi bagi telinga masyarakat modern. Hal ini dikarenakan hampir segala aspek kehidupan saat ini memiliki hubungan yang kuat pada internet. Jaringan ini juga telah terbukti sangat bermanfaat untuk menghubungkan banyak orang dari berbagai wilayah tanpa batas, mulai dari lintas kota, provinsi, negara, bahkan juga lintas benua. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau disingkat KBBI, kata internet sendiri dapat diartikan sebagai sebuah jaringan komunikasi elektronik yang menghubungkan berbagai perangkat seperti komputer dengan beberapa jenis fasilitas lainnya secara terorganisir ke seluruh dunia, baik melalui telepon atau jaringan satelit.
Sementara itu, dikutip dari buku Teknologi Informasi dan Komunikasi yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2017, istilah internet berasal dari bahasa latin yaitu, inter, yang memiliki arti “antara”. Jika ditelisik dari bahasa setiap kata, maka dapat diambil definisi internet merupakan sebuah jaringan antara atau penghubung. Secara sederhana, definisi atau pengertian internet adalah sebuah jaringan dari berbagai komputer yang ada di seluruh dunia dan terkoneksi menggunakan protokol TCP/IP. Internet bisa dikatakan seperti sebuah perpustakaan besar yang mampu memberikan segala jenis informasi untuk semua orang di seluruh dunia. Berbagai informasi yang bisa diakses oleh setiap orang tentunya sangat beragam, mulai dari bentuk tulisan, gambar, hingga format multimedia yang lain. Membicarakan internet, tentu tidak bisa kita lepaskan dengan perkembangan dan sejarah dari komputer itu sendiri. Hal ini disebabkan dari komputer generasi pertama hingga komputer yang kita kenali sekarang, semua komponen mesinnya merupakan salah satu inspirasi lahir teknologi internet. Fungsi internet sendiri bisa dibedakan berdasarkan cara pemakaiannya. Namun, fungsi internet yang paling utama yaitu menghubungkan berbagai perangkat satu ke perangkat lainnya. Seperti yang sudah disampaikan di atas, internet telah mengubah cara hidup manusia di dunia ini. Sekarang ini, internet telah menjadi sistem jaringan teknologi paling luas di seluruh dunia. Hampir setiap orang yang hidup di bumi bisa saling berkirim dan memiliki akses untuk berbagai jenis informasi. Tentunya dengan catatan jaringan tersebut harus menggunakan standar Protokol Internet atau biasa disebut IP. Hal ini akan semakin lebih mudah setelah hadirnya layanan jaringan world wide web (www).
Internet (kependekan dari interconnection-networking) ialah sistem global dari seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar Internet Protocol Suite (TCP/IP). Manakala Internet (huruf 'I' besar) ialah sistem komputer umum, yang berhubung secara global dan menggunakan TCP/IP sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol). Rangkaian internet yang terbesar dinamakan Internet. Cara menghubungkan rangkaian dengan kaedah ini dinamakan internetworking. Jaringan komputer ini berfungsi agar pengguna komputer bisa bertukar informasi dan data dengan pengguna komputer lainnya.
Intranet adalah sebuah jaringan privat (private network) yang menggunakan protokol-protokol Internet (TCP/IP), untuk membagi informasi rahasia perusahaan atau operasi dalam perusahaan tersebut kepada karyawannya. Kadang-kadang, istilah intranet hanya merujuk kepada layanan yang terlihat, yakni situs web internal perusahaan. Untuk membangun sebuah intranet, maka sebuah jaringan haruslah memiliki beberapa komponen yang membangun Internet, yakni protokol Internet (Protokol TCP/IP, alamat IP, dan protokol lainnya), klien dan juga server. Protokol HTTP dan beberapa protokol Internet lainnya (FTP, POP3, atau SMTP) umumnya merupakan komponen protokol yang sering digunakan.
2.3 Kejadian Penting pada Sejarah Internet
Tabel 2.3 1 Kejadian penting pada Sejarah Internet
|
Tahun |
Kejadian |
|
1957 |
Uni Soviet (sekarang Rusia) meluncurkan wahana luar angkasa, Sputnik. |
|
1958 |
Sebagai buntut dari "kekalahan" Amerika Serikat dalam meluncurkan wahana luar angkasa, dibentuklah sebuah badan di dalam Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Advanced Research Projects Agency(ARPA), yang bertujuan agar Amerika Serikat mampu meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi negara tersebut. Salah satu sasarannya adalah teknologi komputer. |
|
1962 |
J.C.R. Licklider menulis sebuah tulisan mengenai sebuah visi di mana komputer-komputer dapat saling dihubungkan antara satu dengan lainnya secara global agar setiap komputer tersebut mampu menawarkan akses terhadap program dan juga data. Pada tahun ini juga RAND Corporation memulai riset terhadap ide ini (jaringan komputer terdistribusi), yang ditujukan untuk tujuan militer. |
|
Awal 1960-an |
Teori mengenai packet-switching dapat diimplementasikan dalam dunia nyata. |
|
Pertengahan 1960-an |
ARPA mengembangkan ARPANET untuk mempromosikan "Cooperative Networking of Time-sharing Computers", dengan hanya empat buah host komputer yang dapat dihubungkan hingga tahun 1969, yakni Stanford Research Institute, University of California, Los Angeles, University of California, Santa Barbara, dan University of Utah. |
|
1965 |
Istilah "Hypertext" dikeluarkan oleh Ted Nelson. |
|
1968 |
Jaringan Tymnet dibuat. |
|
1971
|
Anggota jaringan ARPANET bertambah menjadi 23 buah node komputer, yang terdiri atas komputer-komputer untuk riset milik pemerintah Amerika Serikat dan universitas. |
|
1972 |
Sebuah kelompok kerja yang disebut dengan International Network Working Group (INWG) dibuat untuk meningkatkan teknologi jaringan komputer dan juga membuat standar-standar untuk jaringan komputer, termasuk di antaranya adalah Internet. Pembicara pertama dari organisasi ini adalah Vint Cerf, yang kemudian disebut sebagai "Bapak Internet". |
|
1972-1974 |
Beberapa layanan basis data komersial seperti Dialog, SDC Orbit, Lexis, The New York Times DataBank, dan lainnya, mendaftarkan dirinya ke ARPANET melalui jaringan dial-up. |
|
1973 |
ARPANET ke luar Amerika Serikat: pada tahun ini, anggota ARPANET bertambah lagi dengan masuknya beberapa universitas di luar Amerika Serikat yakni University College of London dari Inggris dan Royal Radar Establishment di Norwegia. |
|
1974 |
Vint Cerf dan Bob Kahn mempublikasikan spesifikasi detail protokol Transmission Control Protocol (TCP) dalam artikel "A Protocol for Packet Network Interconnection". |
|
1974 |
Bolt, Beranet & Newman (BBN), pontraktor untuk ARPANET, membuka sebuah versi komersial dari ARPANET yang mereka sebut sebagai Telenet, yang merupakan layanan paket data publik pertama. |
|
1977 |
Sudah ada 111 buah komputer yang telah terhubung ke ARPANET. |
|
1978 |
Protokol TCP dipecah menjadi dua bagian, yakni Transmission Control Protocol dan Internet Protocol (TCP/IP) |
|
1979 |
Grup diskusi Usenet pertama dibuat oleh Tom Truscott, Jim Ellis dan Steve Bellovin, alumni dari Duke University dan University of North Carolina Amerika Serikat. Setelah itu, penggunaan Usenet pun meningkat secara drastis. Pada tahun ini pula, emoticon diusulkan oleh Kevin McKenzie. |
|
Awal 1980-an |
Komputer pribadi (PC) mewabah, dan menjadi bagian dari banyak hidup manusia. Tahun ini tercatat ARPANET telah memiliki anggota hingga 213 host yang terhubung. Layanan BITNET (Because It's Time Network) dimulai, dengan menyediakan layanan e-mail, mailing list, dan juga File Transfer Protocol (FTP). CSNET (Computer Science Network) pun dibangun pada tahun ini oleh para ilmuwan dan pakar pada bidang ilmu komputer dari Purdue University, University of Washington, RAND Corporation, dan BBN, dengan dukungan dari National Science Foundation (NSF). Jaringan ini menyediakan layanan e-maildan beberapa layanan lainnya kepada para ilmuwan tersebut tanpa harus mengakses ARPANET. |
Kejadian penting lainnya
Tahun 1971, Ray Tomlinson berhasil menyempurnakan program e-mail yang ia ciptakan setahun yang lalu untuk ARPANET. Program e-mail ini begitu mudah sehingga langsung menjadi populer. Pada tahun yang sama, ikon "@" juga diperkenalkan sebagai lambang penting yang menunjukkan “at” atau “pada”. Tahun 1973, jaringan komputer ARPANET mulai dikembangkan ke luar Amerika Serikat. Komputer University College di London merupakan komputer pertama yang ada di luar Amerika yang menjadi anggota jaringan Arpanet. Pada tahun yang sama, dua orang ahli komputer yakni Vinton Cerf dan Bob Kahn mempresentasikan sebuah gagasan yang lebih besar, yang menjadi cikal bakal pemikiran internet. Ide ini dipresentasikan untuk pertama kalinya di Universitas Sussex.
Hari bersejarah berikutnya adalah tanggal 26 Maret 1976, ketika Ratu Inggris berhasil mengirimkan e-mail dari Royal Signals and Radar Establishment di Malvern. Setahun kemudian, sudah lebih dari 100 komputer yang bergabung di ARPANET membentuk sebuah jaringan atau network. Pada 1979, Tom Truscott, Jim Ellis dan Steve Bellovin, menciptakan newsgroups pertama yang diberi nama USENET. Tahun 1981 France Telecom menciptakan gebrakan dengan meluncurkan telpon televisi pertama, dimana orang bisa saling menelpon sambil berhubungan dengan video link. Karena komputer yang membentuk jaringan semakin hari semakin banyak, maka dibutuhkan sebuah protokol resmi yang diakui oleh semua jaringan. Pada tahun 1982 dibentukTransmission Control Protocol atau TCP dan Internet Protokol atau IP yang kita kenal semua. Sementara itu di Eropa muncul jaringan komputer tandingan yang dikenal dengan Eunet, yang menyediakan jasa jaringan komputer di negara-negara Belanda, Inggris, Denmark dan Swedia. Jaringan Eunet menyediakan jasa e-mail dan newsgroup USENET. Untuk menyeragamkan alamat di jaringan komputer yang ada, maka pada tahun 1984 diperkenalkan sistem nama domain, yang kini kita kenal dengan DNS atau Domain Name System. Komputer yang tersambung dengan jaringan yang ada sudah melebihi 1000 komputer lebih. Pada 1987 jumlah komputer yang tersambung ke jaringan melonjak 10 kali lipat manjadi 10.000 lebih.
Tahun 1988, Jarko Oikarinen dari Finland menemukan dan sekaligus memperkenalkan IRC atau Internet Relay Chat. Setahun kemudian, jumlah komputer yang saling berhubungan kembali melonjak 10 kali lipat dalam setahun. Tak kurang dari 100.000 komputer kini membentuk sebuah jaringan. Tahun 1990 adalah tahun yang paling bersejarah, ketika Tim Berners Lee menemukan program editor dan browser yang bisa menjelajah antara satu komputer dengan komputer yang lainnya, yang membentuk jaringan itu. Program inilah yang disebut www, atau World Wide Web. Tahun 1992, komputer yang saling tersambung membentuk jaringan sudah melampaui sejuta komputer, dan pada tahun yang sama muncul istilah surfing the internet. Tahun 1994, situs internet telah tumbuh menjadi 3000 alamat halaman, dan untuk pertama kalinya virtual-shopping atau e-retail muncul di internet. Dunia langsung berubah. Pada tahun yang sama Yahoo! didirikan, yang juga sekaligus kelahiran Netscape Navigator.
Internet Sekarang Sudah Bisa Diakses di Luar Angkasa Untuk pertama kalinya, di tempat yang sangat tinggi, para astronot akhirnya bisa mendapatkan akses internet. Timothy Creamer, salah satu astronot penghuni Internasional Space Station (ISS), telah bekerja keras menghadirkan akses internet di luar angkasa. Creamer lalu mencoba memposting pesan Twitter atau tweet secara langsung dari luar angkasa pada Jumat 22 Januari 2010 waktu setempat. “Halo Twitterverse! Kami sekarang bisa mengirim tweet dari ISS. Ini adalah tweet pertama yang dikirim langsung dari luar angkasa,” tulis Creamer dalam tweetnya.
2.4 Perkembangan Internet
Setelah mengetahui pengertian dan sejarah internet dari proses terbentuknya hingga sekarang, pada bagian ini kita akan mulai membahas secara khusus tentang bagaimana perkembangan dari internet secara global. Seiring berjalannya waktu, internet telah berkembang dan selalu mengalami perubahan yang lebih baik, mulai dari segi cakupan, transmisi, kecepatan, dan penggunaan. Apabila dilihat dari segi cakupan, internet sendiri meliputi skala wilayah atau batas tersedianya jangkauan akses pada suatu wilayah tertentu. Mayoritas negara pun saling berlomba untuk memperluas jaringannya dengan mengandalkan satelitnya. Satelit memiliki peran yang sangat penting untuk dapat menjangkau wilayah yang lebih luas. Sementara itu, berdasarkan transmisi paket data yang digunakan. Saat ini, proses transmisi data yang dilakukan sudah mengalami perkembangan yang sangat pesat daripada beberapa tahun sebelumnya.[6] Hal ini tentu saja karena adanya dukungan yang kuat oleh berbagai teknologi terbaru yang lebih modern dan sesuai dengan konsep dan pengertian internet.
Kemudian, apabila dilihat dari segi kecepatan, banyak dari industri teknologi yang melakukan inovasi pada beberapa generasi jaringan. Mulai dari 2G, 3G, 4G, hingga yang terbaru saat ini yaitu, 5G. Internet 5G tentu bisa mulai digunakan oleh banyak orang apabila ada resources yang lebih lanjut dengan skala yang lebih besar bagi suatu negara. Terakhir, perkembangan internet dapat dilihat dari segi penggunaannya. Pengembangan teknologi informasi hampir selalu mengalami perkembangan yang tidak pernah diprediksi. Pada akhirnya ada banyak sekali perubahan yang terjadi, mulai dari informasi, komunikasi bahkan juga perangkat yang digunakan. Apabila di awal pengembangan internet digunakan dan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan riset militer. Sekarang ini, internet telah memiliki cakupan yang lebih besar, misalnya seperti penggunaan untuk bidang pendidikan, sosial, politik, budaya, militer, komunikasi, informasi, bisnis, dan lain sebagainya.
2.5 Internet Menyebar ke Seluruh Dunia
Membahas persebaran internet dari Amerika Serikat hingga ke seluruh dunia tentu berkat diluncurkannya standar protokol TCP/IP. Pada tahun 1986, Amerika Serikat pun segera membentuk sebuah badan riset yang mampu menggantikan peran ARPANET, yakni National Science Foundation Network atau lebih sering dikenal dengan NSFNET. Pada saat itu, NSFNET pun sukses menghubungkan beberapa jaringan internasional dari beberapa negara. Selanjutnya, persebaran jaringan komputer di beberapa negara besar pun sudah tidak bisa dibendung lagi. Jaringan internet yang awalnya hanya menghubungkan komputer untuk menampilkan informasi berbasis teks saja telah memiliki bentuk yang berbeda. Dimulai teapt pada tahun 1990, www sebagai layanan sejenis yang mampu dapat menampilkan bentuk grafis yaitu “www.” diluncurkan. Pada buku Teknologi Informasi dan Komunikasi yang terbit pada tahun 2017 lalu, tepat pada tahun 1992 perangkat lunak bernama Viola dirilis oleh Pei Wei berhasil melakukan akses pada layanan “www.”.[7]
Kemudian, setahun berselang, tepatnya pada tahun 1993, ada sistem komputer yang bisa menghubungkan secara langsung ke jaringan internet. Dengan syarat pengenal yang meliputi nama domain dan alamat IP berupa simbol numerik dan format tertentu. Berkat hal tersebut, InterNIC pun berdiri guna menjalankan layanan pendaftaran nama domain. Sebuah otoritas pemerintahan yang menggunakan layanan milik Amerika Serikat.[8] Hingga pada akhirnya, layanan akses internet bagi masyarakat umum baru bias disediakan oleh beberapa perusahaan seperti Compuserve, America Online, dan Prodigy selang setahun kemudian. Nah, baru sekitar periode tahun 1994, Indonesia mulai dapat mengakses internet untuk pertama kalinya.
2.6 Sejarah Internet di Indonesia
Menurut Onno W. Purbo dalam bukunya tentang Teknologi Informasi dan Komunikasi, sejarah internet di Indonesia pada awalnya dimulai sekitar tahun 1990-an. Pada saat itu, internet lebih banyak diketahui sebagai Paguyuban Network. Beberapa nama yang memiliki jasa besar terhadap pembangunan internet di Indonesia, antara lain yaitu M. Samik-Ibrahim, Suryono Adisoemarta, Muhammad Ihsan, Robby Soebiakto, Putu, Firman Siregar, Adi Indrayanto dan tentunya Onno W. Purbo. Periode pembangunan jaringan internet di Indonesia sendiri terjadi sekitar tahun 1992 hingga 1994.[9] Setiap tokoh tersebut hampir memberikan sumbangsihnya melalui keahlian dan dedikasinya dalam membangun jaringan komputer dan Internet di Indonesia. Selanjutnya, internet di negara Indonesia lambat laun mulai mengalami perkembangan yang cukup baik. Berkat jasa dari beberapa nama sebelumnya, layanan ISP pertama di Indonesia diluncurkan dengan nama IPTEKNET pada tahun 1994. Sementara itu, pada tahun yang sama, PT IndoInternet atau IndoNet yang dipimpin secara paruh waktu oleh Sanjaya berhasil berdiri dan beroperasi. IndoNet sendiri sebenarnya adalah ISP komersial pertama yang dimiliki oleh Indonesia. Pada awalnya, IndoNet memanfaatkan lisensi dari PT Lintas Arta. Pada saat itu, sambungan awal ke Internet dari IndoNet dilakukan dengan memakai metode dial-up.
Perkembangan internet di Indonesia semakin tahun pun semakin menunjukan perkembangan yang cukup pesat. Sekarang saja, masyarakat Indonesia sudah bisa membuat akses internet dari berbagai jenis perangkat elektronik. Menurut informasi dari databooks, per Juni 2021 lalu, penetrasi internet di Indonesia telah mampu mencapai peringkat ke-7 di Asia Tenggara. Berdasarkan data tersebut, jumlah pengguna internet di dalam negeri mencapai 212,35 juta jiwa dari seluruh jumlah penduduk yang diperkirakan mencapai sekitar 276,36 juta jiwa. Perkembangan yang sangat cepat dari penggunaan internet di Indonesia tentu tidak bisa dilepaskan dari kemudahan untuk mengakses layanan tersebut.[10] Ditambah lagi, ada banyak provider yang sering kali menawarkan berbagai paket kuota internet dengan harga cukup murah. Terlebih lagi, di masa pandemi Covid-19 seperti ini, internet bisa dikatakan sebagai salah satu sarana yang mampu memberikan hiburan, informasi, dan berbagai penunjang kegiatan pembelajaran lainnya, baik untuk siswa maupun mahasiswa. Dengan demikian, internet telah menjadi hal yang tidak mungkin bisa dilepaskan lagi bagi kehidupan masyarakat Indonesia.
[1] Gunawan Hendro Cahyono, ‘Internet of Things (Sejarah, Teknologi Dan Penerapannya)’, Forum Teknologi, IV.3 (2015), 62–66 <http://ejurnal.ppsdmmigas.esdm.go.id/sp/index.php/swarapatra/article/view/115> [accessed 19 September 2022].
[2] Apri Junaidi, ‘Sejarah Internet, Teknologi, Dan Penerapannya’, Jurnal Ilmiah Teknologi Infomasi Terapan, 1.3 (2015) <https://doi.org/10.33197/JITTER.VOL1.ISS3.2015.66>.
[3] Ade Kurniawan and Wilianto, ‘Sejarah, Cara Kerja Dan Manfaat Internet of Things’, Jurnal Manajemen Teknologi Dan Informatika, 8.2 (2016), 36–41 <https://doi.org/10.31940/MATRIX.V8I2.818>.
[4] Ferry Astika Saputra, ‘Internet Development in Indonesia : A Preview and Perception An Introduction to Indonesia History of Indonesian Internet Development’, Institute of Surabaya, November, 2002.
[5] I Overview, ‘Digital Review Asia-Pacific Indonesia Chapter’, Technology, December, 2006, 1–53.
[6] Farhan Adani and Salma Salsabil, ‘Internet of Things: Sejarah Teknologi Dan Penerapannya’, Isu Teknologi Stt Mandala, 14.2 (2019), 92–99.
[7] L. Erawan, ‘Sejarah Internet Indonesia/e-Banking’, Sejarah Internet, 2014, 1–23 <https://id.wikibooks.org/w/index.php?title=Sejarah_Internet_Indonesia/e-banking&action=info>.
[8] Darmawan, ‘Sejarah Internet’, 1995.
[9] Iskandar Zulkarnain, ‘Coding the Subaltern : A Cultural Study of Postcoloniality in the Information Age’, Florida State University Libraries, 2008.
[10] Waruno Mahdi, ‘The Internet Factor in Indonesia: Was That All?’, 54th Annual Meeting of the Association for Asian Studies, 2004, 2002, 1–21.
Nama : Agustin Fajariah Asih
NIM : 2103036010
Jurusan : Manajemen Pendidikan Islam (MPI 3A)
Kampus : UIN Walisongo



Tidak ada komentar:
Posting Komentar