Rasanya
mungkin akan sangat sulit bagi kita untuk meninggalkan kebiasaan browsing, chating, ataupun hanya sekadar
mengambil atau mendownload e-mail dari
sebuah server. Dahulu sebelum internet tersebar dan merajalela di seluruh
dunia, komputer yang kita gunakan sebatas untuk menghitung, membuat desain atau
menulis untuk penerbitan dan untuk pekerjaan penelitian yang membutuhkan alat
bantu ini. Akan tetapi, setelah internet menggema, kita seolah tidak lepas dari
media komunikasi ini. Sebelum adanya internet, orang harus menunggu lama untuk
menerima dan menyampaikan informasi. Kita bisa membayangkan kalau saja sekarang
kita hanya bisa menulis surat, maka selisih beberapa menit bahkan detik
jawabannya sudah dapat kita terima lagi. Begitu juga saat kita berbelanja
dimana saja dan kapan saja, maka barang yang kita perlukan akan segera dikirim
tepat waktu dalam waktu yang sangat singkat. Kini, informasi bisa kita dapatkan
dengan sangat mudah dan sering diperbarui dalam waktu cepat. Kemunculan
internet bisa mengubah cara masyarakat dalam berkomunikasi dan menghapus
hambatan dalam berkomunikasi. Sehingga bisa dikatakan bahwa internet telah
menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia.
Internet
dikenal pertama kali dengan istilah World
Wide Wide (www). Setelah lebih
dari tiga dekade melakukan berbagai perkembangan, internet berhasil menjadi
kesatuan gaya hidup yang hampir selalu dibutuhkan oleh masyarakat sehari-hari.
Telah kita ketahui bahwa internet telah berhasil menjadi media alat bantu dalam
mengerjakan hingga menghubungkan berbagai aktivitas manusia secara akurat,
efektif, hingga efisien. Selain itu, konsep kerja internet juga untuk
menghubungkan berbagai jenis perangkat elektronik seperti komputer, laptop,
maupun ponsel pintar dari satu pengguna ke dalam satu jaringan lain. Dengan
adanya konsep ini, telah berhasil menghubungkan pengguna di seluruh dunia untuk
saling berinteraksi. Internet telah mengubah tata cara orang dalam mendapatkan
berita, memesan transportasi serta makanan, bekerja, bahkan membeli tiket.
Semua bisa dilakukan hanya dengan sentuhan jari. Hadirnya internet sebagai
sebuah infrastruktur dan jaringan telah menunjang efektifitas dan efisiensi
operasional sebuah perusahaan, terutama peranannya sebagai sarana publikasi,
komunikasi, serta sarana untuk mendapatkan berbagai informasi yang dibutuhkan.
Infor- masi dalam internet umumnya disebarkan melalui suatu halaman yang
disebut dengan istilah situs jaringan (website) yang dibuat dengan format
bahasa pemrograman HTML (Hypertext Markup
Languange).
1. Bagaimana
awal mula internet muncul?
2. Apa
pengertian dari internet dan intranet?
3. Apa
saja kejadian penting dari sejarah internet?
4. Bagaimana
perkembangan internet dari dulu sampai sekarang?
5. Bagaimana
penyebaran internet ke seluruh dunia?
6. Bagaimana
sejarah internet di Indonesia?
1. Untuk
mengetahui awal mula internet muncul
2. Untuk
mengetahui pengertian dari internet
3. Untuk
mengetahui kejadian penting dari sejarah internet
4. Untuk
mengetahu perkembangan internet dari dulu sampai sekarang
5. Untuk
mengetahui penyebaran internet ke seluruh dunia
6. Untuk
mengetahui sejarah internet di Indonesia
Gambar 1 Awal mula Internet muncul
Internet hadir melalui
proses yang panjang. Sejarah internet bermula pada tahun 1960-an dengan
terciptanya ARPANET atau Advanced
Research Projects Agency Network. Pada tahun 1962, Dr. Joseph Carl Robnett
Licklider merumuskan gagasan awal jaringan global dalam serangkaian memo yang
disebut “Intergalactic Computer Network”
atau “Jaringan Komputer Intergalaksi”.
Advertisement Gagasan tersebut merupakan cikal bakal metode packet switching,
yaitu metode untuk mentransmisikan data elektronik secara efektif yang kemudian
menjadi pondasi dalam perkembangan internet. Pada tahun 1965, ketua ilmuwan
ARPA, Lawrence Roberts, menghubungkan dua komputer di tempat yang berbeda agar
‘berbicara’ dengan satu sama lain untuk pertama kalinya. Eksperimen dilakukan
menggunakan saluran telepon dengan modem yang digabungkan secara akustik dan
mentransfer data digital menggunakan metode packet switching. Dari eksperimen
tersebut, lahir proyek ARPANET yang didanai oleh Departemen Pertahanan AS. Cara
kerjanya menggunakan metode packet switching untuk memungkinkan sejumlah
komputer berkomunikasi pada satu jaringan. Metode packet switching memudahkan komunikasi antar komputer karena pada
tahun 1960-an, komputer berukuran besar dan tidak bergerak. Agar dapat
memanfaatkan informasi yang disimpan di satu komputer, seseorang harus pergi ke
lokasi komputer atau memiliki kaset komputer magnetik yang dikirim melalui
sistem pos konvensional.
Proyek ARPANET
merupakan sukses besar. Tetapi, keanggotaannya terbatas pada organisasi
akademik dan penelitian tertentu yang memiliki kontrak dengan Departemen
Pertahanan AS. Menanggapi hal ini, jaringan lain diciptakan untuk berbagi
informasi. Teknologi ini terus berkembang pada 1970-an setelah ilmuwan Robert
Kahn dan Vinton Cerf mengembangkan Transmission
Control Protocol dan Internet
Protocol atau TCP/IP, yaitu sebuah model komunikasi yang menetapkan standar
cara data dapat ditransmisikan antara beberapa jaringan. Sebuah pesan utuh
dapat mengalami kendala saat dikirimkan melalui jaringan, sehingga pesan harus
dikirim ulang. TCP/IP bekerja dengan memecah setiap pesan menjadi paket-paket
kecil yang kemudian dirakit kembali saat diterima di komputer lain. Setiap
paket dapat mengambil rute yang berbeda saat dikirim ke komputer lain, jika
rute pertama tidak tersedia atau terhambat. ARPANET mengadopsi model TCP/IP
pada tanggal 1 Januari 1983 yang merupakan awal perkembangan internet modern.
Berdasarkan publikasi University System of Georgia, 1 Januari 1983 dianggap
sebagai hari lahir internet secara resmi.
Kita
kembali ke masa lalu dan kita coba memahami apa sebenarnya Internet itu.
Contoh sederhana beberapa komputer di suatu kantor
yang dihubungkan dengan kabel sehingga satu
sama lain dapat berbagi data, program, dan saling berkomunikasi dengan mudah dan cepat serta akurat. Dan
dengan menghubungkan komputer Anda ke jaringan
Internet maka komputer Anda sudah saling terhubung dengan komputer lain diseluruh dunia. Pada awalnya Internet hanya terdiri dari beberapa jaringan
komputer kecil yang didirikan oleh Departemen
Pertahanan Amerika ARPANET untuk tujuan riset, yakni sekitar tahun 1969. Pada tahun 1971 ARPANET baru
terdiri dari lima belas titik jaringan (nodes)
dengan 23 host (server induk), dan aplikasi yang canggih waktu itu adalah elektronik mail. Tahun 1973 ARPANET
membentuk WAN yang terhubung dari Amerika ke
jaringan di Norwegia dan Inggris. Tahun 1983 ARPANET
baru terdiri dari 235 Host. Angka ini melonjak pada tahun 1989 hingga mencapai 100 ribu host. Tahun 1990 ARPANET berganti nama
menjadi INTERNET. Pada ulang tahunnya yang
ke-25 Internet sudah terdiri dari 2 juta lebih
host dan meningkat menjadi 2 kali lipat pada tahun 1995 (4 juta host). Internet bukan lagi
sekedar jaringan yang meliputi Amerika dan Eropa, tapi sudah meliputi seluruh bagian dunia, termasuk Indonesia. Internet ini kalau kita iratkan seperti jalan raya, ada
jalan protokol, jalan bebas hambatan, ada pula
jalan utama, jalan kecil hingga gang kecil yang ada disuatu peloksok desa. Maka Internet pun memiliki “jalur” utama.
Jalur utama ini dalam Internet ini sering
disebut dengan backbone. Dengan backbone ini akan terhubung banyak jaringan komputer diseluruh dunia baik jaringan LAN
(Local Area Network) maupun jaringan
WAN (Wide Area Network).
Backbone
Internet yang ada di Eropa dan Jepang terhubung ke Backbone yang ada
di Amerika. Namun sayangnya di Indonesia belum ada backbone
Internet, sehingga sebagian besar Internet Service Provider langsung menghubungkan
jaringan mereka ke backbone di Amerika atau
negara lain. Untuk saat ini para pengelola ISP sudah membuat IIX, Indonesia Internet Exchange, yang
mempercepat akses antar ISP dan tidak perlu
memutar terlebih dahulu ke negara lain. Backbone
Internet di Amerika dapat mengantarkan data dengan kecepatan mencapai 50 megabyte per detik, artinya dapat memindahkan
file yang berisi seluruh jilid Ensiklopedi
Britanica dalam waktu tak lebih dari satu detik. Kecepatan ini akan ditingkatkan menjadi 2.5 Gbps (dengan istilah teknis
OC-48). Sayangnya tidak semua jaringan terhubung
ke Internet dengan kecepatan tersebut. ISP di Indonesia
misalnya, paling tinggi terhubung dengan kecepatan 2 Mbps. Pada mulanya Backbone ini dipegang oleh Departemen
Pertahanan Amerika, kemudian dipegang oleh
National Science Foundation (NSF) dengan dukungan dana dari pemerintah Amerika.
Saat
ini infrastruktur diatur dan dibiayai oleh swasta, yakni perusahaan telekomunikasi Amerika MCI,
Sprint, dan ANS/AOL. Untuk mengetahui letak
suatu komputer di Internet atau cara mengirim
pesan ke suatu komputer di Internet, kuncinya adalah dengan memberi alamat, atau kode seperti halnya nomor telepon. Dengan
semakin banyaknya komputer di Internet,
berarti semakin kompleks jaringan yang terbentuk. Untuk itu diperlukan pengaturan dalam hal pengalamatan (addressing). Addressing penting, misalnya, untuk
pengiriman surat (e-mail). Komputer
server, dan router, harus tahu ke komputer
mana email tersebut disampaikan supaya tidak nyasar. Begitu juga jika kita ingin mengakses informasi yang ada di gedung
putih, misalnya, alamatnya harus jelas.
Alamat yang sebenarnya di Internet menggunakan
angka-angka dalam format biner, namun lebih
sering ditulis dalam bentuk empat bagian angka, yang masing-masing bagian
terdiri dari angka 0 hingga 255. Angka-angka ini disebut IP Address. Jadi suatu komputer di jaringan mungkin memiliki alamat
atau IP Address 202.150.47.12 atau 30.212.187.0.
Dengan
adanya router dan peralatan lainnya sistem pengalamatan ini dapat menentukan posisi sebuah
komputer dengan tepat. Namun bagi pengguna
awam sistem pengalamatan ini tidak menyenangkan atau tidak informatif. Tetapi sekarang alamat-alamat komputer tersebut ditulis dalam bentuk kata yang informatif
yang disebut dengan Domain Name. Untuk
komputer milik perusahaan IBM alamatnya adalah ibm.com, untuk server Microsoft namanya microsoft.com, dan
sebagainya. Di Indonesia sendiri mempunyai
nama yang berbeda-beda, lipi.go.id, dan sebagainya. Sebenarnya alamat-alamat
tersebut berupa IP Address yang diawali dengan
nomor seperti yang telah dijelaskan diatas. Nanti komputer server yang disebut dengan DNS server menerjemahkan alamat-alamat
tersebut ke dalam bentuk IP Address.
a.
1969
– Internet dicetuskan
Pada Oktober
1969, para peneliti di Universitas California di Los Angeles atau disingkat
UCLA sedang berupaya untuk mengirimkan data dari satu komputer ke komputer yang
lainnya. Para peneliti tersebut ingin mencoba mengirimkan tiga huruf dengan
bunyi LOG ke komputer kedua dalam bentuk kode biner. Sementara itu, komputer
kedua nanti akan menambahkan dua huruf lagi dalam bentuk yang sama, sehingga
menjadi LOGIN. Kesuksesan pengiriman data yang dilakukan pada penelitian
tersebut telah berhasil melahirkan sebuah proyek yang diberi nama Advanced
Research Projects Agency Network atau disingkat ARPANET. ARPANET sendiri akan
dikembangkan dan ditujukan untuk keperluan Departemen Pertahanan Amerika
Serikat. Semenjak itu, sistem yang awalnya hanya digunakan untuk mengirimkan
kode biner secara terbatas tersebut pun semakin bertumbuh. Sebagai pendahulu
internet yang awalnya hanya menghubungkan 4 komputer, dalam kurun waktu satu
tahun telah berhasil menghubungkan 13 komputer dalam satu jaringan. Hingga pada
akhirnya, tepatnya pada 1981, jaringan ARPANET telah sukses menghubungkan
sekitar 231 komputer.
b.
1971
– Surat elektronik pertama
Pada tahun 1971,
orang Amerika Serikat yang bernama Ray Tomlinson untuk kali pertama mengirimkan
surat elektronik menggunakan ARPANET. Berkat pengiriman surat elektronik pertama
tersbeut, dicetuskanlah penggunaan simbol ‘@’ dalam alamat surel hingga
sekarang. Simbol ‘@’ sebenarnya digunakan untuk melakukan pemisahan antara nama
pengguna dengan jaringan yang sedang digunakan.
c.
1983
– Komunikasi antar jaringan
Sebelumnya, kita
tahu bahwa dua buah perangkat komputer dapat berkomunikasi satu sama lain dalam
satu jaringan perlu semacam ‘protokol’ dengan wujud rangkaian tahapan, yang
ditentukan oleh pengatur komunikasi. Tepat pada tahun 1970, Robert Kahn bersama
Vinton Cerf mencoba mengembangkan TCP/IP (Transmission Control
Protocol/Internet Protocol). TCP/IP ini sendiri akan sangat memungkinkan dalam
melakukan pertukaran data, tentu saja bukan hanya dalam komputer dengan
jaringan yang sama, tetapi pada jaringan yang berbeda sekalipun. Hingga saat
ini, penggunaan TCP/IP masih digunakan oleh banyak perangkat. ARPANET sendiri
berhasil melakukan adopsi terhadap teknologi ini tepat pada 1 Januari 1983. Hal
ini pada akhirnya juga memungkinkan hubungan dengan beberapa jaringan komputer
lain, misalnya seperti Universitas. Ditemukannya cara untuk menghubungkan antar
jaringan ini, dapat menjadi poin utama bahwa wujud internet yang kita kenal
dimulai dari sini.
d.
1990:
Lahirnya WWW
Gambar 2 WWW
Setelah TCP/IP
berhasil dikembangkan untuk melakukan pertukaran data dengan jaringan yang
berbeda, pada 12 Maret 1989, Tim Berners- Lee yang saat itu bekerja untuk lab
fisika CERN (Organisasi Eropa untuk Riset Nuklir) berhasil mencetuskan WWW. Ia
merupakan bagian yang menjadi pencetus sistem manajemen informasi yang
terdesentralisasi. Pada saat itu, CERN sendiri telah memiliki ribuan karyawan
dan hampir selalu bertambah banyak masuknya karyawan baru. Dengan jumlah
karyawan yang sangat banyak, tentu saja akan sangat sulit untuk mendapatkan
informasi yang mungkin yang saling berkaitan, tetapi tidak diketahui. Hal ini
dikarenakan tempat penyimpanan yang berbeda tempat. Tim Berners- Lee
mengusulkan untuk dibuat sebuah sistem koneksi hypertext sekaligus pencarian
menggunakan kata kunci. Sistem dan pencarian tersebut nantinya akan dihubungkan
dengan berbagai informasi terkait yang disediakan oleh organisasi tersebut.
Pada tahun 1990,
Robert Cailliau dari Belgia datang untuk membantu Tim Berners- Lee dalam
melakukan mengembangkan usulannya. Penemuan ini sendiri mengacu pada dua pilar,
yaitu: bahasa pemrograman HTML untuk memungkinkan keberadaan website, dan
protokol pertukaran hypertext HTTP untuk memungkinkan pengguna meminta, dan
menerima laman yang diinginkan. Sistem
ini pada akhirnya disebarluaskan tepat pada April tahun 1993. Kemudian, semakin
diterima oleh banyak orang dan populer seiring rilisnya Mosaic pada bulan
November di tahun yang sama. Mosaic sendiri merupakan situs pencari atau lebih
dikenal dengan search engine pertama di dunia. Jumlah situs yang dapat diakses
pada Mosaic awalnya hanya beberapa juta di awal 1990, akan tetapi seiring waktu
kemudian meledak menjadi 400 juta tepat pada tahun 2000.
e.
2000-an:
Jejaring sosial, dan perangkat mobile
Setelah mulai
populernya search engine, mulai memasuki abad ke 20, tepatnya tahun 2000.
Internet mulai berkembang menjadi media jejaring sosial. Jejaring sosial ini
mulai diciptakan kali pertama pada tahun 2003. Kemudian setahun berselang,
seseorang yang sangat kita kenal di era ini baru saja membangun
Thefacebook.com, ia adalah Mark Zuckerberg. Mark Zuckerberg sendiri menciptakan
Thefacebook.com awalnya bertujuan untuk menghubungkan seluruh mahasiswa dari
Harvard. Namun,
seiring berjalan waktu dan perkembangan internet, Facebook lambat laun tumbuh
menjadi salah satu raksasa media sosial yang memiliki jumlah pengguna hingga
sekitar 2,3 miliar orang dari seluruh belahan dunia. Sementara itu, pada tahun
2007, Apple juga berhasil mengguncang dunia dengan inovasi ponselnya yang
diberi nama, iPhone. iPhone sendiri memulai tren ponsel pintar yang kita kenal
dan selalu kita gunakan saat ini. Kemudian, selama 10 tahun saja, layanan
berlanggan untuk mobile broadband telah meningkat secara pesat yang awalnya
dari 268 juta menjadi 4,2 miliar di seluruh dunia.

Gambar 3 Pengertian Internet
Internet tentu sudah
tidak menjadi istilah yang asing lagi bagi telinga masyarakat modern. Hal ini
dikarenakan hampir segala aspek kehidupan saat ini memiliki hubungan yang kuat
pada internet. Jaringan ini juga telah terbukti sangat bermanfaat untuk
menghubungkan banyak orang dari berbagai wilayah tanpa batas, mulai dari lintas
kota, provinsi, negara, bahkan juga lintas benua. Menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia atau disingkat KBBI, kata internet sendiri dapat diartikan sebagai
sebuah jaringan komunikasi elektronik yang menghubungkan berbagai perangkat
seperti komputer dengan beberapa jenis fasilitas lainnya secara terorganisir ke
seluruh dunia, baik melalui telepon atau jaringan satelit.
Sementara itu, dikutip
dari buku Teknologi Informasi dan Komunikasi yang diterbitkan oleh Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2017, istilah internet berasal dari bahasa
latin yaitu, inter, yang memiliki arti “antara”. Jika ditelisik dari bahasa
setiap kata, maka dapat diambil definisi internet merupakan sebuah jaringan
antara atau penghubung. Secara sederhana, definisi atau pengertian internet
adalah sebuah jaringan dari berbagai komputer yang ada di seluruh dunia dan
terkoneksi menggunakan protokol TCP/IP. Internet bisa dikatakan seperti sebuah
perpustakaan besar yang mampu memberikan segala jenis informasi untuk semua
orang di seluruh dunia. Berbagai informasi yang bisa diakses oleh setiap orang
tentunya sangat beragam, mulai dari bentuk tulisan, gambar, hingga format
multimedia yang lain. Membicarakan internet, tentu tidak bisa kita lepaskan
dengan perkembangan dan sejarah dari komputer itu sendiri. Hal ini disebabkan
dari komputer generasi pertama hingga komputer yang kita kenali sekarang, semua
komponen mesinnya merupakan salah satu inspirasi lahir teknologi internet.
Fungsi internet sendiri bisa dibedakan berdasarkan cara pemakaiannya. Namun,
fungsi internet yang paling utama yaitu menghubungkan berbagai perangkat satu
ke perangkat lainnya. Seperti yang sudah disampaikan di atas, internet telah
mengubah cara hidup manusia di dunia ini. Sekarang ini, internet telah menjadi
sistem jaringan teknologi paling luas di seluruh dunia. Hampir setiap orang
yang hidup di bumi bisa saling berkirim dan memiliki akses untuk berbagai jenis
informasi. Tentunya dengan catatan jaringan tersebut harus menggunakan standar
Protokol Internet atau biasa disebut IP. Hal ini akan semakin lebih mudah
setelah hadirnya layanan jaringan world wide web (www).
Internet (kependekan
dari interconnection-networking) ialah sistem global dari seluruh jaringan
komputer yang saling terhubung menggunakan standar Internet Protocol Suite
(TCP/IP). Manakala Internet (huruf 'I' besar) ialah sistem komputer umum, yang
berhubung secara global dan menggunakan TCP/IP sebagai protokol pertukaran
paket (packet switching communication protocol). Rangkaian internet yang
terbesar dinamakan Internet. Cara menghubungkan rangkaian dengan kaedah ini
dinamakan internetworking. Jaringan komputer ini berfungsi agar pengguna
komputer bisa bertukar informasi dan data dengan pengguna komputer lainnya.
Intranet adalah sebuah
jaringan privat (private network) yang menggunakan protokol-protokol Internet
(TCP/IP), untuk membagi informasi rahasia perusahaan atau operasi dalam
perusahaan tersebut kepada karyawannya. Kadang-kadang, istilah intranet hanya
merujuk kepada layanan yang terlihat, yakni situs web internal perusahaan.
Untuk membangun sebuah intranet, maka sebuah jaringan haruslah memiliki
beberapa komponen yang membangun Internet, yakni protokol Internet (Protokol
TCP/IP, alamat IP, dan protokol lainnya), klien dan juga server. Protokol HTTP
dan beberapa protokol Internet lainnya (FTP, POP3, atau SMTP) umumnya merupakan
komponen protokol yang sering digunakan.
2.3 Kejadian Penting pada Sejarah Internet
Tabel 2.3 1 Kejadian penting pada Sejarah
Internet
|
Tahun
|
Kejadian
|
|
1957
|
Uni Soviet (sekarang Rusia)
meluncurkan wahana luar angkasa, Sputnik.
|
|
1958
|
Sebagai buntut dari
"kekalahan" Amerika Serikat dalam meluncurkan wahana luar angkasa,
dibentuklah sebuah badan di dalam Departemen Pertahanan Amerika Serikat,
Advanced Research Projects Agency(ARPA), yang bertujuan agar Amerika Serikat
mampu meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi negara tersebut. Salah satu
sasarannya adalah teknologi komputer.
|
|
1962
|
J.C.R. Licklider menulis sebuah
tulisan mengenai sebuah visi di mana komputer-komputer dapat saling
dihubungkan antara satu dengan lainnya secara global agar setiap komputer
tersebut mampu menawarkan akses terhadap program dan juga data. Pada tahun
ini juga RAND Corporation memulai riset terhadap ide ini (jaringan komputer
terdistribusi), yang ditujukan untuk tujuan militer.
|
|
Awal
1960-an
|
Teori mengenai packet-switching dapat
diimplementasikan dalam dunia nyata.
|
|
Pertengahan
1960-an
|
ARPA mengembangkan ARPANET untuk
mempromosikan "Cooperative Networking of Time-sharing Computers",
dengan hanya empat buah host komputer yang dapat dihubungkan hingga tahun
1969, yakni Stanford Research Institute, University of California, Los
Angeles, University of California, Santa Barbara, dan University of Utah.
|
|
1965
|
Istilah "Hypertext"
dikeluarkan oleh Ted Nelson.
|
|
1968
|
Jaringan Tymnet dibuat.
|
|
1971
|
Anggota jaringan ARPANET bertambah
menjadi 23 buah node
komputer, yang terdiri atas
komputer-komputer untuk riset milik pemerintah Amerika Serikat dan
universitas.
|
|
1972
|
Sebuah kelompok kerja yang disebut
dengan International Network Working Group
(INWG) dibuat untuk meningkatkan
teknologi jaringan komputer dan juga membuat standar-standar untuk jaringan
komputer, termasuk di antaranya adalah Internet. Pembicara pertama dari
organisasi ini adalah Vint Cerf, yang kemudian disebut sebagai "Bapak
Internet".
|
|
1972-1974
|
Beberapa layanan basis data komersial
seperti Dialog, SDC Orbit, Lexis, The New York Times DataBank, dan lainnya,
mendaftarkan dirinya ke ARPANET melalui jaringan dial-up.
|
|
1973
|
ARPANET ke luar Amerika Serikat: pada
tahun ini, anggota ARPANET
bertambah lagi dengan masuknya beberapa
universitas di luar Amerika Serikat yakni University College of London dari
Inggris dan Royal Radar Establishment di Norwegia.
|
|
1974
|
Vint Cerf dan Bob Kahn mempublikasikan
spesifikasi detail protokol Transmission Control Protocol (TCP) dalam artikel
"A Protocol for Packet Network Interconnection".
|
|
1974
|
Bolt, Beranet & Newman (BBN),
pontraktor untuk ARPANET, membuka sebuah versi komersial dari ARPANET yang
mereka sebut sebagai Telenet, yang merupakan layanan paket data publik
pertama.
|
|
1977
|
Sudah ada 111 buah komputer yang telah
terhubung ke ARPANET.
|
|
1978
|
Protokol TCP dipecah menjadi dua
bagian, yakni Transmission Control Protocol dan Internet Protocol (TCP/IP)
|
|
1979
|
Grup diskusi Usenet pertama dibuat
oleh Tom Truscott, Jim Ellis dan Steve Bellovin, alumni dari Duke University
dan University of North Carolina Amerika Serikat. Setelah itu, penggunaan
Usenet pun meningkat secara drastis. Pada tahun ini pula, emoticon diusulkan
oleh Kevin McKenzie.
|
|
Awal
1980-an
|
Komputer pribadi (PC) mewabah, dan
menjadi bagian dari banyak hidup manusia.
Tahun ini tercatat ARPANET telah
memiliki anggota hingga 213 host yang terhubung.
Layanan BITNET (Because It's Time
Network) dimulai, dengan menyediakan layanan e-mail, mailing list, dan juga
File Transfer Protocol (FTP). CSNET (Computer Science Network) pun dibangun
pada tahun ini oleh para ilmuwan dan pakar pada bidang ilmu komputer dari
Purdue University, University of Washington, RAND Corporation, dan BBN,
dengan dukungan dari National Science Foundation (NSF). Jaringan ini
menyediakan layanan e-maildan beberapa layanan lainnya kepada para ilmuwan
tersebut tanpa harus mengakses ARPANET.
|
Kejadian penting
lainnya
Tahun 1971, Ray
Tomlinson berhasil menyempurnakan program e-mail yang ia ciptakan setahun yang
lalu untuk ARPANET. Program e-mail ini begitu mudah sehingga langsung menjadi
populer. Pada tahun yang sama, ikon "@" juga diperkenalkan sebagai
lambang penting yang menunjukkan “at” atau “pada”. Tahun 1973, jaringan
komputer ARPANET mulai dikembangkan ke luar Amerika Serikat. Komputer University College di London
merupakan komputer pertama yang ada di luar Amerika yang menjadi anggota
jaringan Arpanet. Pada tahun yang sama, dua orang ahli komputer yakni Vinton
Cerf dan Bob Kahn mempresentasikan sebuah gagasan yang lebih besar, yang
menjadi cikal bakal pemikiran internet. Ide ini dipresentasikan untuk pertama
kalinya di Universitas Sussex.
Hari bersejarah
berikutnya adalah tanggal 26 Maret 1976, ketika Ratu Inggris berhasil
mengirimkan e-mail dari Royal Signals and Radar Establishment di Malvern.
Setahun kemudian, sudah lebih dari 100 komputer yang bergabung di ARPANET
membentuk sebuah jaringan atau network. Pada 1979, Tom Truscott, Jim Ellis dan
Steve Bellovin, menciptakan newsgroups pertama yang diberi nama USENET. Tahun
1981 France Telecom menciptakan gebrakan dengan meluncurkan telpon televisi
pertama, dimana orang bisa saling menelpon sambil berhubungan dengan video
link. Karena komputer yang membentuk jaringan semakin hari semakin banyak, maka
dibutuhkan sebuah protokol resmi yang diakui oleh semua jaringan. Pada tahun
1982 dibentukTransmission Control Protocol atau TCP dan Internet Protokol atau
IP yang kita kenal semua. Sementara itu di Eropa muncul jaringan komputer
tandingan yang dikenal dengan Eunet, yang menyediakan jasa jaringan komputer di
negara-negara Belanda, Inggris, Denmark dan Swedia. Jaringan Eunet menyediakan
jasa e-mail dan newsgroup USENET. Untuk menyeragamkan alamat di jaringan
komputer yang ada, maka pada tahun 1984 diperkenalkan sistem nama domain, yang
kini kita kenal dengan DNS atau Domain Name System. Komputer yang tersambung
dengan jaringan yang ada sudah melebihi 1000 komputer lebih. Pada 1987 jumlah
komputer yang tersambung ke jaringan melonjak 10 kali lipat manjadi 10.000
lebih.
Tahun 1988, Jarko
Oikarinen dari Finland menemukan dan sekaligus memperkenalkan IRC atau Internet
Relay Chat. Setahun kemudian, jumlah komputer yang saling berhubungan kembali
melonjak 10 kali lipat dalam setahun. Tak kurang dari 100.000 komputer kini
membentuk sebuah jaringan. Tahun 1990 adalah tahun yang paling bersejarah,
ketika Tim Berners Lee menemukan program editor dan browser yang bisa
menjelajah antara satu komputer dengan komputer yang lainnya, yang membentuk
jaringan itu. Program inilah yang disebut www, atau World Wide Web. Tahun 1992,
komputer yang saling tersambung membentuk jaringan sudah melampaui sejuta
komputer, dan pada tahun yang sama muncul istilah surfing the internet. Tahun
1994, situs internet telah tumbuh menjadi 3000 alamat halaman, dan untuk
pertama kalinya virtual-shopping atau e-retail muncul di internet. Dunia
langsung berubah. Pada tahun yang sama Yahoo! didirikan, yang juga sekaligus kelahiran
Netscape Navigator.
Internet Sekarang Sudah
Bisa Diakses di Luar Angkasa Untuk pertama kalinya, di tempat yang sangat
tinggi, para astronot akhirnya bisa mendapatkan akses internet. Timothy
Creamer, salah satu astronot penghuni Internasional Space Station (ISS), telah
bekerja keras menghadirkan akses internet di luar angkasa. Creamer lalu mencoba
memposting pesan Twitter atau tweet secara langsung dari luar angkasa pada
Jumat 22 Januari 2010 waktu setempat. “Halo Twitterverse! Kami sekarang bisa mengirim
tweet dari ISS. Ini adalah tweet pertama yang dikirim langsung dari luar
angkasa,” tulis Creamer dalam tweetnya.
Setelah mengetahui
pengertian dan sejarah internet dari proses terbentuknya hingga sekarang, pada
bagian ini kita akan mulai membahas secara khusus tentang bagaimana
perkembangan dari internet secara global. Seiring berjalannya waktu, internet
telah berkembang dan selalu mengalami perubahan yang lebih baik, mulai dari
segi cakupan, transmisi, kecepatan, dan penggunaan. Apabila dilihat dari segi
cakupan, internet sendiri meliputi skala wilayah atau batas tersedianya
jangkauan akses pada suatu wilayah tertentu. Mayoritas negara pun saling
berlomba untuk memperluas jaringannya dengan mengandalkan satelitnya. Satelit
memiliki peran yang sangat penting untuk dapat menjangkau wilayah yang lebih
luas. Sementara itu, berdasarkan transmisi paket data yang digunakan. Saat ini,
proses transmisi data yang dilakukan sudah mengalami perkembangan yang sangat
pesat daripada beberapa tahun sebelumnya.
Hal ini tentu saja karena adanya dukungan yang kuat oleh berbagai teknologi
terbaru yang lebih modern dan sesuai dengan konsep dan pengertian internet.
Kemudian, apabila
dilihat dari segi kecepatan, banyak dari industri teknologi yang melakukan
inovasi pada beberapa generasi jaringan. Mulai dari 2G, 3G, 4G, hingga yang
terbaru saat ini yaitu, 5G. Internet 5G tentu bisa mulai digunakan oleh banyak
orang apabila ada resources yang lebih lanjut dengan skala yang lebih besar
bagi suatu negara. Terakhir, perkembangan internet dapat dilihat dari segi
penggunaannya. Pengembangan teknologi informasi hampir selalu mengalami
perkembangan yang tidak pernah diprediksi. Pada akhirnya ada banyak sekali
perubahan yang terjadi, mulai dari informasi, komunikasi bahkan juga perangkat
yang digunakan. Apabila di awal pengembangan internet digunakan dan ditujukan
untuk memenuhi kebutuhan riset militer. Sekarang ini, internet telah memiliki
cakupan yang lebih besar, misalnya seperti penggunaan untuk bidang pendidikan,
sosial, politik, budaya, militer, komunikasi, informasi, bisnis, dan lain
sebagainya.
Membahas persebaran
internet dari Amerika Serikat hingga ke seluruh dunia tentu berkat diluncurkannya
standar protokol TCP/IP. Pada tahun 1986, Amerika Serikat pun segera membentuk
sebuah badan riset yang mampu menggantikan peran ARPANET, yakni National
Science Foundation Network atau lebih sering dikenal dengan NSFNET. Pada saat
itu, NSFNET pun sukses menghubungkan beberapa jaringan internasional dari
beberapa negara. Selanjutnya, persebaran jaringan komputer di beberapa negara
besar pun sudah tidak bisa dibendung lagi. Jaringan internet yang awalnya hanya
menghubungkan komputer untuk menampilkan informasi berbasis teks saja telah
memiliki bentuk yang berbeda. Dimulai teapt pada tahun 1990, www sebagai
layanan sejenis yang mampu dapat menampilkan bentuk grafis yaitu “www.”
diluncurkan. Pada buku Teknologi Informasi dan Komunikasi yang terbit pada tahun
2017 lalu, tepat pada tahun 1992 perangkat lunak bernama Viola dirilis oleh Pei
Wei berhasil melakukan akses pada layanan “www.”.
Kemudian, setahun
berselang, tepatnya pada tahun 1993, ada sistem komputer yang bisa
menghubungkan secara langsung ke jaringan internet. Dengan syarat pengenal yang
meliputi nama domain dan alamat IP berupa simbol numerik dan format tertentu.
Berkat hal tersebut, InterNIC pun berdiri guna menjalankan layanan pendaftaran
nama domain. Sebuah otoritas pemerintahan yang menggunakan layanan milik
Amerika Serikat.
Hingga pada akhirnya, layanan akses internet bagi masyarakat umum baru bias
disediakan oleh beberapa perusahaan seperti Compuserve, America Online, dan
Prodigy selang setahun kemudian. Nah, baru sekitar periode tahun 1994,
Indonesia mulai dapat mengakses internet untuk pertama kalinya.
Menurut Onno W. Purbo
dalam bukunya tentang Teknologi Informasi dan Komunikasi, sejarah internet di
Indonesia pada awalnya dimulai sekitar tahun 1990-an. Pada saat itu, internet
lebih banyak diketahui sebagai Paguyuban Network. Beberapa nama yang memiliki
jasa besar terhadap pembangunan internet di Indonesia, antara lain yaitu M.
Samik-Ibrahim, Suryono Adisoemarta, Muhammad Ihsan, Robby Soebiakto, Putu, Firman
Siregar, Adi Indrayanto dan tentunya Onno W. Purbo. Periode pembangunan
jaringan internet di Indonesia sendiri terjadi sekitar tahun 1992 hingga 1994.
Setiap tokoh tersebut hampir memberikan sumbangsihnya melalui keahlian dan
dedikasinya dalam membangun jaringan komputer dan Internet di Indonesia.
Selanjutnya, internet di negara Indonesia lambat laun mulai mengalami
perkembangan yang cukup baik. Berkat jasa dari beberapa nama sebelumnya,
layanan ISP pertama di Indonesia diluncurkan dengan nama IPTEKNET pada tahun
1994. Sementara itu, pada tahun yang sama, PT IndoInternet atau IndoNet yang
dipimpin secara paruh waktu oleh Sanjaya berhasil berdiri dan beroperasi.
IndoNet sendiri sebenarnya adalah ISP komersial pertama yang dimiliki oleh
Indonesia. Pada awalnya, IndoNet memanfaatkan lisensi dari PT Lintas Arta. Pada
saat itu, sambungan awal ke Internet dari IndoNet dilakukan dengan memakai
metode dial-up.
Perkembangan internet
di Indonesia semakin tahun pun semakin menunjukan perkembangan yang cukup pesat.
Sekarang saja, masyarakat Indonesia sudah bisa membuat akses internet dari
berbagai jenis perangkat elektronik. Menurut informasi dari databooks, per Juni
2021 lalu, penetrasi internet di Indonesia telah mampu mencapai peringkat ke-7
di Asia Tenggara. Berdasarkan data tersebut, jumlah pengguna internet di dalam
negeri mencapai 212,35 juta jiwa dari seluruh jumlah penduduk yang diperkirakan
mencapai sekitar 276,36 juta jiwa. Perkembangan yang sangat cepat dari
penggunaan internet di Indonesia tentu tidak bisa dilepaskan dari kemudahan
untuk mengakses layanan tersebut.
Ditambah lagi, ada banyak provider yang sering kali menawarkan berbagai paket
kuota internet dengan harga cukup murah. Terlebih lagi, di masa pandemi
Covid-19 seperti ini, internet bisa dikatakan sebagai salah satu sarana yang
mampu memberikan hiburan, informasi, dan berbagai penunjang kegiatan
pembelajaran lainnya, baik untuk siswa maupun mahasiswa. Dengan demikian,
internet telah menjadi hal yang tidak mungkin bisa dilepaskan lagi bagi kehidupan
masyarakat Indonesia.
Nama : Agustin Fajariah Asih
NIM : 2103036010
Jurusan : Manajemen Pendidikan
Islam (MPI 3A)
Kampus : UIN Walisongo